Pertanian dan Peternakan Modernkontak@wilsonfarmmarket.net

Tips Singkat Dalam Memulai Usaha Budidaya Lele

Melihat konsumsi lele yang cukup tinggi di Indonesia, budidaya ikan lele menjadi salah satu bisnis yang paling menggiurkan di Indonesia. Dengan kemampuan bertahan ikan lele yang cukup baik dibanding ikan lain, budidaya jenis ikan lele ini juga bisa dibilang relatif mudah.

Untuk menjual hasil ternak ikan lele juga tidak akan sulit karena di Indonesia warung-warung dan restoran yang menawarkan makanan berbahan dasar lele sangat banyak, ditambah dengan orang-orang Indonesia yang sangat menggemari kuliner lele ini. Dengan begitu para peternak lele tidak akan kesulitan untuk mendapatkan pelanggan.

budidaya lele - menggiurkan

Bila dilakukan dengan cara yang benar, panen perdana ikan lele bisa mencapai 3,6 ton untuk ukuran 10-12 ekor per kilonya dengan nilai jual kurang lebih Rp 62 juta. Untuk kamu yang tertarik membudidayakan lele, berikut ada beberapa tips langkah membudidayakan lele.

Persiapan Membudidayakan Lele

Untuk memulai ternak lele, kamu harus terlebih dulu memilih bibit lele yang akan kamu ternakan. Pilihlah bibit yang mudah untuk diternakan. Sekarang ini jenis bibitan lele yang paling mudah untuk diternakan adalah lele dumbo jenis sangkuriang. Lele jenis ini banyak dipilih karena memiliki beberapa kelebihan dibandingan jenis lele lain, diantaranya adalah:

  • Mudah dibiakan. Lele jenis sangkuriang produktifitasnya tinggi sehingga dapat memberikan keuntungan berlipat bagi peternaknya.
  • Daging lele jenis sangkuriang juga disukai karena teksturnya yang lebih empuk.
  • Dari sisi daya tahan tubuh, lele dumbo sangkuriang juga lebih tahan penyakit.

jenis lele sangkuriang

Untuk membiakan lele, kamu tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Waktu panen juga tidak akan terlalu lama jadi kamu bisa segera balik modal tanpa harus menunggu sampai bertahun-tahun.

Yang Dibutuhkan Lele untuk Tetap Hidup

Ikan lele bukanlah jenis ikan yang manja, ikan ini bisa hidup di air apapun tapi bukan berarti kualitas air tempat pembiakan lele tidak harus diperhatikan. Karena semakin baik kualitas air yang digunakan makan akan semakin baik juga pertumbuhan lele yang diternakan. Berikut ini beberapa syarat yang harus terpenuhi agar lele dapat tetap hidup di dalam kolam ternakan.

  • Pencernaan lele sangat tergantung pada suhu dari air tempat ia tinggal. Jika suhu air terlalu rendah, lele akan sulit untuk mencerna makanan sebaliknya jika suhu terlalu hangat lele akan sangat cepat mencerna. Suhu yang cocok untuk lele adalah antara 260 sampai 320
  • Untuk lokasi pembiakan, lele tidak terlalu akan rewel karena lele bisa tumbuh di hampir semua lokasi. Hanya saja harus diperhatikan kadar pH yang terkandung pada air. Pastikan tingkat keasaman air berada di level 7-8.

Membuat Kolam Pembesaran

kolam pembesaran lele

Selain kolam pembiakan, kamu juga akan membutuhkan kolam pembesaran. Kolam pembesaran dibuat agar ikan-ikan yang sudah mulai beranjak dewasa tidak akan memangsa bibit-bibit kecil dikolam pembiakan. Untuk kolam pembesaran luasnya tidak akan serumit kolam pembiakan. Kolam berukuran 10 m2 akan cukup menampung 800 hingga 1000 ekor lele. Tapi sebaiknya jangan terlalu padat juga karena lele akan semakin rentan terhadap penyakit.

Kolam yang digunakan untuk pembesaran juga bermacam-macam. Ada kolam tembok, kolam tanah, dan kolam terpal. Jika dipikirkan secara sepintas, kolam tanah memang akan memberikan beberapa kemudahan seperti menghemat pakan untuk lele tapi kolam jenis ini juga akan lebih mudah diserang penyakit dan hama. Maka dari itu banyak orang beralih menggunakan kolam terpal, selain biaya pembuatannya murah, kolam terpal juga bisa meningkatkan produksi lele hingga 30 kali lipat.

Comments are closed.